Irwan dengan Kopi Acehnya.

0
185
Jamboe Raya
Warung Mei Aceh “Jamboe Raya” Way Halim Bandarlampung

jajananlampung.com BANDARLAMPUNG – Usaha warung mie aceh “Jamboe Raya”, dirintis oleh Medi dan Irwan mulai tahun 2010, pada waktu itu kami peratauan dari aceh ingin sekali punya tempat ngobrol dan ngopi ala aceh sekaligus makan-makan kas aceh.

Nah terbesit oleh saya (irwan red) untuk mengajak medi buka warung kopi ala aceh, mulanya hanya kami dan teman-teman seperantauan saja yang ngopi dan makan di warung ini, terang Irwan.

Empat bulan berjalan pengunjungnya makin bertambah bukan hanya teman-teman kami tapi masyarakat umum yang ada di Bandar Lampung, bahkan ada yang datang dari kabupetan di Provinsi Lampung.

Kopi dan Makanan Kas Aceh
Kopi dan makanan kas aceh

Sampai dengan saat ini jamboe raya telah dikenal luas dikalangan masyarakat Lampung bahkan tidak jarang para pejabat di Lampung ngopi diwarung kami, kata Medi yang diamini Irwan.

Konsep jamboe raya nyaman, bersih dan dapat dinikmati semua kalangan dan yang membedakan dari warung kopi bahkan cafe yang ada di Lampung, semua bahan, rempah dan kari india yang digunakan kami beli dari aceh, karena tidak semua rempah-rempah yang diperlukan ada di Lampung.

Bukan hanya bahan baku kokinya juga khusus dari aceh, karena kami menjaga cita rasa masakan dan minuman yang disuguhkan, yang pasti harus kontans rasanya baik itu makanan dan minumannya, kalau tidak bisa kabur pengunjunga, terang irwan.

Kopi yang kami gunakan jenis arabika karena jenis ini kadar asamnya rendah dan diseduh dengan air panas yang suhu antara 90 hingga 96 derajat celcius, makannya kompor gas tuk pemanas kuali kopi selalu menyala dan bagi pengunjung yang memiliki sakit mag tidak perlu takut untuk minum kopi hitam ala aceh ini. Dalam sebulan untuk kopi kami menghabiskan lebih kurang 35 kilogram biji kopi, disangrai dan di tumbuk sendiri.

Menu yang ditawakan kepada penjung warung kopi aceh “Jamboe Raya”, untuk minuman ada kopi hitam, kopi telur, teh tarik dan kini berkembang ada berbagai jus, makanan beratnya ada mie rebus, goreng, nasi goreng, dan untuk makanan ringan ada roti cane, martabak dan ketan bakar, tentunya semua ala aceh. Sedangkan minuman pavorit yang banyak dipesan konsumen terutama kalangan muda es teh tarik susu dan makananya mie rebus aceh, terang Medi.

Saat ini jamboe raya memiliki 10 orang karyawan dengan omset perbulan 25 juta, kedepan kami akan menambah parian makanan dari aceh dan mempeluas tempat.

Banyak penawaran agar kami buka cabang di Kabupaten yang ada di Provinsi Lampung tetapi untuk masakan aceh harus ada koki khusus dan tidak semua orang aceh bisa memasak dan meyajikan makanan aceh yang layak dinimati, ujar Irwan (JL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here