JAJANANLAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG — Jika Kamu melewati salah satu rumah di pinggir Jalan Basuki Rahmat, tepatnya dekat Dinas Sosial Provinsi Lampung, saat weekend, jangan heran kalau ramai sekali yang berkunjung.

Di sana, ada bakso unik dengan bentuk beraneka ragam, di antaranya kotak, bentuk hati, ada juga betuk balon yang cukup besar. Mie ayamnya pun unik, karena disajikan di atas mangkuk pangsit berbentuk kotak.

Unik saja tidak cukup untuk menarik minat para pecinta kuliner, rasa bakso di sini enak dan lezat. Satu hal lagi yang bikin kamu tidak perlu ragu menyantapnya, bakso di sini tanpa penyedap buatan (MSG) dan pengawet. Dijamin sehat dan kaya manfaat.

Untuk harga, sangat terjangkau, yang pasti tidak membuat kamu merogoh kocek dalam-dalam. Harga menu-menu favorit di sini dibanderol Rp15 ribu sampai Rp19 ribu saja.

Kelezatan dan keunikan Bakso  Kotak ternyata tidak hanya diburu pecinta kuliner di Bandarlampung, pengunjung di sana banyak juga yang berasal dari luar kota.
Farida, salah satu pengunjung dari Padangcermin, Pesawaran, mengaku penasaran dengan citarasa bakso kotak yang direkomendasikan salah seorang temannya.
“Katanya enak, bentuknya juga unik, karena penasaran kita nyoba deh, ternyata enak, mantap!” kata Farida selepas menyantap semangkuk bakso balon.
Dibalik ramainya pembeli Bakso Kotak, ada peran pemilik yang selalu berupaya menyajikan bakso sehat dan lezat bagi para konsumennya.
Dia adalah Malahayati atau yang akrab disapa Mala.
Mala menjelaskan, bakso yang disajikan, ia olah sendiri untuk memastikan kualitas dan kebersihannya. Saat weekend, daging sapi yang diolah bisa mencapai 25kg – 30 kg. Sementara di hari biasa sebanyak 15 kg.
Bisnis kuliner ini, lanjut Mala, ia mulai sejak Agustus 2015. Ia ingin memberikan edukasi kepada empat anaknya, bagaimana menjalani binsis.
Hasil diskusi bersama suami dan anak-anak, kuliner yang banyak digemari dan tidak bosan disantap orang adalah bakso.
“Kalau kita buat bakso biasa, enggak akan dilirik orang. Harus yang unik. Akhirnya kita buat bakso kotak,” ujar Mala.
Diperjalanan, muncul ide-ide lain hingga bentuk dan isian bakso makin bervariasi, ada yang berbentuk hati dan juga balon dengan isi urat, telur, dan beranak.
“Ilham untuk membuat menu-menu baru kita dapat dari hasil wisata kuliner, kebetulan kami sekeluarga kalau ke luar kota pasti cari kuliner,” kata Mala.
Untuk mengakomodir kenginan para konsumen, pilihan menu selain bakso juga tersedia, di antaranya nasi goreng, nasi ayam, pecel lele, berbagai olahan mie bihun dan mie kwetiau, serta snack.
“Menu lain sebagai tambahan agar pembeli memiliki banyak pilihan, tapi kita tetap concern di bakso, karena permintaan bakso cukup besar,” ujar Mala.
Bisnis yang dijalani Mala, juga sempat mengalami pasang surut. Setelah dibuka, Mie dan Bakso Kotak cukup ramai, namun setelahnya pembeli mulai surut.
“Sepi cukup lama, sekitar setengah tahun, kita cari tau kenapa bisa sepi, hasil survei kita, ternyata bayak orang yang belum tau.
Akhirnya kita coba promosi di radio dan media sosial. Setelah itu Alhamdulillah mulai ramai lagi hingga saat ini. Dan enggak nyangka, pembeli dari luar kota juga banyak” tutur Mala.
Awal 2016, bisnis Mala mulai stabil. Mie dan Bakso Kotak kini menjadi mata pencaharian bagi 10 orang karyawan yang membatunya. Omzet yang diraup setiap harinya berkisar Rp5-6 juta, saat weekend bisa mencapai dua kali lipatnya yaitu Rp10-12 juta.
Jika kamu tertarik mecicipi bakso dengan citarasa lezat dan bentuk yang unik, silahkan mampir ke Mie dan Bakso Kotak! (JL)

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here