Soes Lapena Ikon Baru Oleh-oleh Khas Lampung

0
581
Soes Lapena
Soes Lapena
JAJANANLAMPUNG.COM—Berkunjung ke Provinsi Lampung, jangan lupa sempatkan waktu mencicipi salah satu oleh-oleh khas Lampung Soes Lapena.
Walaupun awalnya menjadi kue khas Bandung, ditangan Rahmady kue ini cukup popular di Kota Bandar Lampung.
Bentuknya yang bulat seperti donat Soes Lapena berbeda dengan banyak produk soes kebanyak dijual toko lain.
Ditambah sajian lembut dari fla dengan buah asli dengan 11 varian rasa tersedia dalam “Soes Lapena memberikan sensasi tersendiri bagi penikmatnya”.
Ada banyak varian rasa yang ditawarkan seperti rasa durian, keju, buah, coklat, capucinno, green tea, vanilla, strawbery, avocado, jagung dan jeruk.
Yang spesial lagi Soas Lapena ini dinobatkan sebagai juara I tingkat provinsi Lampung Spesial Soes pada ajang Blue Band Master Oleh-Oleh tahun 2016.
Rahmady pemilik Soes Lapena kepada jajananlampung.com bercerita tentang  perjuangan panjang dijalani Rahmady dan istrinya Fera Yusmalia untuk memperkenalkan Soes Lapena kepada masyarakat yang ada di Bandar Lampung.
Sebelum memiliki café Soes Lapena yang berlokasi di jalan Sultan Agung no.11, Way Halim, Bandar Lampung ini, Rahmady berjualan keliling ke kantor kantor pemerintahan, bank, dan tempat keramaian di Bandarlampung.
Perjalanan merintis Usaha Soes lapena
 Usaha yang dirintis sejak Desember 2013 ini, tidak mudah menjalankannya.
Banyak suka duka yang dilalui bersama sang istri tercinta.
Rahmady menyampaikan awalnya saya bekerja di Bank BPTN  ditempatkan di Tulang Bawang 3-4 jam perjalanan dari Bandar Lampung.
2 tahun berselang saya di mutasikan ke Bandar Lampung, dengan rutinitas sehar-hari akhirnya berpikir untuk usaha tapi belum tau mau usaha apa..? dagang..dagang apa..?, tapi enggak ketemu celahnya apa, ujarnya.
Istri Fera Yusmalia yang notabene lulusan pendidikan Jurusan Gizi Fakultas Pertanian di Institut Pertanian Bogor sejak sebelum menikah menyukai membuat keu dan  menerima pesanan membuat kue semua jenis.
Semua jenis kue jajanan pasar bisa dibuatnya tetapi tidak menjadi penghasilkan khusus, berawal dari situ setiap hari ada saja yang pesan.
Dari hari-kehari pesan kue semakin banyak yang pesan.
Kemudian saya minta istri untuk membuat brownis kukus alasan ada yang pesan, diniatkan untuk menjual brownis siapa tau ada yang beli.
Pada jam istirahat saya menghubungi teman yang banyak kerja di kantor Pemerintah di Bandar Lampung.
Alhamdulilah brownis buatan istri laku terjual.
Wah ini bisa jadi usaha pikir saya saat itu, maka setiap kerja selalu bawa kue kekantor tetapi bukan untuk dipasarkan di Kantor.
Setiap saya bertemu teman di jam istirahat teman selalu diminta untuk mencoba kue bawaan dari rumah, tidak sedikit juga setelah mencicipi membeli kue yang saya bawa.
Pada bulan September 2013 saya memutuskan untuk rutin membawa kue
buatan istri kekantor.
Selama 3 bulan bawa kue kekantor, saat jam istirahat saya ke kantor teman-teman dengan membawa kue, sebagai tester kalau-kalau ada yang beli.
Pada bulan November 2013, awal mula membuat kue soes, saat itu sedang musim buah durian, dan pulang kerja saya beli ada beberapa buah yang tidak manis, dibawa kerumah.
Saya minta kepada istri untuk membuat kue soes, dengan flanya buah durian, hingga keesokan harinya soes dengan rasa durian telah siap untuk dipasarkan.
Sebelum menjalankan aktivitas berjualan keliling kue seos saya foto dan tawarkan melalui media online seperti bbm, facebook dan Path.
Kawan-kawan pada tanya dan alhamdulilah hari itu bisa terjual 80 biji, dari pesan 2, 5 hingga 10 potong.
Pria serius tapi santai ini berpikir seos ini menjanjikan juga, dari bahan durian yang tidak manis saja laku apa lagi jika yang manis.
Berawal dari itu sejak Desember 2013, saya konsen ke 1 jenis produk kue yaitu soes, dari 1 varian rasa, hingga kini berkembang menjadi 11 varian rasa.
April 2014 keluar dari bank BTPN, dan serius jualan baik berkeliling maupun via online, jika mengingat saat itu saya tertawa juga walaupun berjulan kue penampilan tetap seperti orang Bank, kemeja panjang, dan sepatu pantofel, terangnya.
Café Soes Lapenan
Café Soes Lapena ini sebelumnya yang sewa berjualan spagetti, setiap lewat saya lihat sepi, saya berpikir seandainya bisa dapat tempat ini, dekat jalan dan cukup luas juga, alangkah baiknya, pikir Rahmady.
Dua hari ia mendapat informasi via bbm ada bekas cafe yang ingin dioperalih berikut perabotannya rupanya, tempat yang berjualan spagetti. Akhir Januari 2015, saya dapat tempat ini.
Selama 3 bulan pertama Rahmady mencoba  tidak jualan keliling, ingin tau bagaimana respon masyarakat. Omset selama 3 bulan itu turun, terangnya.
Mungkin karena prodak “Soes Lapena dan tempat baru belum dikenal banyak” orang. Akhirnya selain berjualan di café saya rutin berkeliling menawarkan langsung ke pelanggan dengan strategy itu omset mulai naik. Setelah banyak yang mengenal dan mulai pesan lewat online jualan keliling saya tinggalkan, ujarnya
“Untuk saat ini dihari biasa senin-jumat kurang lebih 400-500 potong laku terjual, sabtu minggu bisa mencapi 800 potong”, jika dihitung perbulan omset mencapai Rp.100 juta.
Pengembangan
Perkembanganya Soes Lapena bukan hanya diminati oleh masyarakat Lampung saja tetapi kini berkembang menjadi oleh-oleh wisatawan lokal sebagai buah tangan untuk dibawa pulang.
Dengan pengolahan Soes Lapena yang higenis dan bahan baku buah asli mampu bertahan selama 20 jam.
Pernah ada wisatawan dari Palembang, Jambi, Bengkulu, Jakarta dan Bandung mampir ke café untuk membeli soes lapenan dan membawa pulang melalui perjalanan darat, setelah saya hubungi sampai di daerahnya Seos Lapenan tidak berubah rasa.
Melihat animo masyarakat baik Lampung maupun luar cukup baik terhadap Soes Lapena, sejak 13 Maret 2017, saya buka Cabang di Pringsewu Jl. Ahmad Yani No.276, Sidoharjo, Kec. Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.
Rahmady menerangkan, Pringsewu merupakan uji coba pengembangan usaha wara laba Soes Lapena karena produksi disana tapi bahan utama dari sini, jadi sudah kemas per rasa baik kulit dan tambahanm air jadi sebuah seos, terangnya.
Saya melihat perkembang 3 bulan kedepan dan tidak menutup kemungkinan untuk pengembangan di Kabupaten lainnya.
Selain itu banyak penawaran dari mall dan luar kota untuk membuat varian rasa beku, sedang dalam uji coba dalam waktu tidak begitu lama, bisa dilouncing, kata Rahmady.
Sehingga penikmat Soes Lapena dapat mendapatkan di mall yang ada di Lampung dan juga bagi yang ingin membawa diluar provinsi yang menempuh perjalanan darat lebih dari 3 hari, bisa dibawa, tutupnya. (JL).

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here