Endah Saraswati, Lestarikan Budaya Jawa Lewat Campursari

0
497
Endah Saraswati
Endah Saraswati
Jajananlampung.com, Bandar Lampung — Saat ini tidak banyak penyanyi yang menekuni musik tradisional.
Pasalnya, pangsa pasar lebih tertarik pada lagu-lagu pop dengan lirik dan musik yang nyentrik. Akibatnya, seniman yang menekuni musik tradisional semakin langka.
Berbeda dengan Endah Saraswati, isteri dari pelawak Kelik Pelipur Lara ini justeru tidak pernah berhenti menghasilkan karya musik tradisional beraliran campur sari.
Bagi Endah, menyanyikan lagu berbahasa Jawa merupakan upayanya mengambil peran sebagai pelestari budaya.
Sebagai keturunan Jawa, ia kerap prihatin melihat anak-anak muda yang cenderung kebarat-baratan.
“Mengenal budaya luar tentu boleh, tapi jangan sampai mengabaikan budaya sendiri, anak muda jangan gengsi, apalagi yang berdarah Jawa, punya tanggung jawab juga melestarikan bahasa dan budaya Jawa,” ujar Endah saat menggelar promo Album Religi Spesial Ramadan dan Album Campursari Joss Gandos di Movie Cafe & Resto, Bandar Lampung, Minggu (11/6/2017).
Dunia tarik suara telah Endah lakoni sejak duduk di bangku SMP kelas 1, sekitar tahun 1995. Saat itu ia hanya membawakan lagu-lagu pop. Ketertarikannya pada campur sari dimulai saat ia bergabung dengan grup sinden Manthous yang merupakan tokoh musik campur sari ternama.
Hingga saat ini, Endah yang dijuluki Ratu Campur Sari telah menelurkan 23 album. Tidak hanya campur Sari, dalam albumnya Endah juga menyajikan genre musik lain agar penikmat musik dapat mengenal jenis-jenis musik berbeda. Bahkan di album terbarunya yang bertajuk Album Campur Sari Joss Gandos, Endah menyanyikan lagu dengan 6 genre, yaitu campur sari, keroncong, house music, bossanova Jawa, pop, dan dangdut. Masuknya 6 genre musik ini juga sebagai pembuktian bahwa Endah adalah penyanyi multitalent, yang bisa menguasai lebih dari satu genre musik.
“Ini juga strategi kami memperkenalkan musik campur sari, di dalam album ada musik lainnya agar pendengar tidak bosan, dan penikmatnya lebih beragam,” ujar wanita kelahiran Yogjakarta, 4 Juli 1983 itu.
Meski telah menjajal panggung di beberapa provinsi dan menghasilkan sederet prestasi melalui musik campur sari, Endah belum merasa puas. Ke depan ia berharap campur sari dapat lebih memasyarakat di Indonesia dan dapat membawa musik campur sari ke level internasional.
“Saya ingin campur sari bisa mendunia, upaya ke sana telah kami lakukan, mohon doanya semoa keinginan ini suatu saat nanti tercapai,” harap Endah. (JL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here