Bupati Pesisir Barat Usul SD Pulau Pisang Jadi Cagar Budaya

0
154
SD Pulau Pisang
SD Pulau Pisang-Pesisir Barat
Jajananlampung.com, Pesisir Barat — Sekolah Rakyat (SR) Pulau pisang yang menjadi Sekolah Dasar (SD) Pulau Pisang yang sekarang bernama Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasar Pulau Pisang, yang secara administratif berada di Pekon Pasar Pulau Pisang Kecamatan Pulau Pisang Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung. Sekolah ini diusulkan menjadi cagar budaya.
Usulan tersebut disampaikan oleh Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal saat menghadiri Reuni Akbar SD Pulau Pisang 2017 di Lokasi Sekolah tersebut pada 4 Syawal 1438 H lalu.
Kepala Dinas Pariwisata Pesisir Barat Audi Marpi menjelaskan berdasarkan arsip yang ada, sekolah ini mulai ada dan berdiri tahun 1892 di masa penjajahan Belanda.
Senada dengan Audi, Sesepuh Masyarakat Pulau Pisang yang berdomisili di Jakarta Inciknda Lela Suhardjo juga mengatakan SD Pulau Pisang itu di bangun pada zaman penjajahan Belanda. Meski begitu tidak ada yang tahu tahun pastinya.
SDN Pasar Pulau Pisang
Bangunan SD–Sekolah Dasar Negeri Pasar Pulau Pisang
“Dirikan tahun berapa saya sendiri lupa. Tapi yang masih saya ingat, saya masuk kelas 1 SD Pulau Pisang tahun 1941.
Bapak saya juga sekolah di situ sekitar tahun 1912. Jadi sekolah itu sudah tua sekali. Waktu itu kelasnya hanya 5 lokal, karena dulu sampai kelas 5 saja.
Mulai Kelas 6 kelas kami yang pertama pada tahun 1946,” cerita Audi seraya mencoba mengingat.
Tercatat beberapa putera Pulau Pisang yang menjadi guru disana yakni Datuk Joesaki (1884 – 1986), H. Raden Bakri (1893 – 1974), Mursi (1898 – 1970), H. Aliyurja Kartadilaga (1901 – 2003), dan lain – lain.
“Datuk Joesaki salah seorang guru pertama di SD Pulau Pisang ini adalah kakek almarhum Pak Taufiq Kiemas dari Ibu nya Hamzatoen Rosjda.
Paman dari Raden Bakri dan Mursi yang adalah Kakak beradik, dan bersaudara sepupu dengan H. Aliyurja Kartadilaga. Jadi guru-guru pertamanya adalah Keluarga,” terang Yamin Siswadi Warga Pekon Sukamarga Pulau Pisang yang tinggal di Pasar Krui.
Tokoh masyarakat Pulau Pisang yang berdomisili di Bandar Lampung Zaprullah Khan juga mengungkapkan semua guru-guru yang mengajar berasal dari Bahkaluweh Sukamarga Pulau Pisang. Sedang murid-muridnya adalah anak-anak 6 pekon (desa) yang tinggal di Pulau Pisang.
Tercatat banyak sekali Alumni SD Pulau Pisang ini yang sudah sukses di perantauan. Sebut saja almarhum Prof. dr. Tanwir Yazid Mukawi, almarhum Wedana Lukman yang tercatat sebagai Pahlawan Kemerdekaan, Mantan Hakim Tinggi Tusani Djafri dan Fauzi Ishak. Serta banyak lagi yang alumni nya menyebar keseluruh penjuru Negeri bahkan sampai mancanegara.
Anggota DPRD Dapil Pulau Pisang yang juga Ketua Komisi C DPRD Pesisir Barat mengapresiasi langkah Bupati tersebut. Ia menegaskan Komisi C dan DPRD Pesisir Barat akan mendukung usulan bupati tersebut.
Anggota DPR RI Henry Yosodiningrat yang didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Pesisir Barat Oking Ganda Miharja yang hadir pada reuni tersebut menyerahkan bantuan untuk pelestarian SD Pulau Pisang sebesar Rp10 juta yang diterima langsung oleh Kepala SD Pulau Pisang Azizi didampingi Ketua dan Sekretaris Reuni Toni Yubsir dan Yan Purnama.
“Semoga bermanfaat untuk tempat kedua orang tua ku pernah bersekolah. Untuk diketahui, Bapak saya H. Abdul Muin Dulaimi anak Pesirah Sai Batin Marga Pugung Penengahan juga bersekolah di SD Pulau Pisang ini.
Dulu di Pugung belum ada Sekolahan. Ibu ku Hj. Hayarani begitu juga memang asli dan asal Pulau Pisang juga bersekolah disini. Ayahku dulu sebagai anak tua lelaki Pesirah Kepala Marga “Kost” tinggal di kediaman Paklunik Munadi Ubid di Labuhan Pulau Pisang.
Ayah lahir tahun 1921 berarti beliau bersekolah di SD ini sekitar Tahun 1927. Ayah dan Ibu ku Keduanya Veteran,” kenang Henry Yoso. (JL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here