Banana Foster, Ikon Baru Kuliner Khas Lampung

0
378
Gerai Banana Foster
Gerai Jalan Wolter Monginsidi, No.115, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung
Jajananlampung.com, Bandar Lampung — Provinsi Lampung dikenal sebagai sentra produksi pisang ketiga terbesar di Indonesia, setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.
Rata-rata hasil produksi pisang di Bumi Ruwai Jurai setiap tahunnya mencapai 1 juta ton. Kabupaten Pesawaran memberikan kontribusi terbesar, disusul Lampung Timur dan Lampung Selatan.
Melimpahnya produksi pisang ini menjadi peluang bagi penduduk lokal untuk menciptakan makanan yang menjadi ciri khas Lampung.
Olahan pisang yang cukup populer dan bertahun-tahun dikenal sebagai oleh-oleh khas adalah keripik pisang kepok dengan aneka rasa.
Perkembangan industri kuliner memunculkan inovasi-inovasi baru dalam mengolah pisang. Salah satu yang tengah populer dan disebut sebagai oleh-oleh kekinian adalah Lampung Banana Foster milik artis Hengky Kurniawan.
cake  topping dgn topping chesse
cake
topping dgn topping chesse
Banana Foster menawarkan cake atau bolu berbahan dasar pisang dengan lima varian topping, yaitu chesse (keju), peanut (kacang), Nutella, chocolate (coklat) dan caramelized (karamel).
Perpaduan pisang dengan masing-masing topping menghasilkan citarasa unik yang belum pernah ada sebelumnya. Teksturnya lembut dan tidak terlalu manis. Harganya pun cukup terjangkau Rp45.000,- sampai Rp55.000,- saja.
Banana Foster hadir tidak lain sebagai upaya Sang Pemilik menangkap peluang bisnis di bidang kuliner. Agar bisnis kuliner yang dijalankan mudah diterima pasar dan produksi berkelanjutan, harus disesuaikan dengan potensi yang ada di daerah, General Manager Edy Priyatno menjelaskan pada jajananlampung.com.
“Lampung adalah penghasil pisang dengan kualitas terbaik. Tidak hanya kuantitas, kualitas pisang Lampung menjadi salah satu pertimbangan kami menciptakan Banana Foster. Untuk jenis pisangnya apa, ini rahasia, tidak bisa kami beritahu, yang jelas asli produksi lokal,” ujar Edy saat disambangi di gerai Jalan Wolter Monginsidi, No.115, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Rabu (12/7).
Pengunjung banana foster
Pengunjung banana foster
Mengapa jenis produk yang ditawarkan bolu, kata Edy, karena saat ini cake dikenal sebagai oleh-oleh yang tengah digandrungi. Banyak publik figur yang tengah menekuni bisnis sejenis di daerah.
Meski begitu, Edy tidak ingin Banana Foster dianggap hanya memanfaatkan tren yang ada dan nama besar pemiliknya. Justeru seluruh kru Banana Foster selalu berupaya konsisten memberikan citarasa dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Agar Banana Foster dikenal luas sebagai ikon baru oleh-oleh khas Lampung.
“Citarasa harus dijaga, proses produksi kami lakukan langsung di gerai, sehingga produk yang dibeli fresh from the oven. Pelayanan terbaik juga kami berikan kepada konsumen, karena mereka adalah media promosi yang terbaik,” ujar Edy.
Sebagai oleh-oleh berbentuk bolu, Banana Foster memiliki daya tahan yang tidak begitu lama. Untuk varian karamel hanya tahan 4 hari, dan lainnya bisa tahan 5 hari. Penyimpanan dalam lemari pendingin dapat memperpanjang daya tahan hingga 7 hari.
Dalam proses pemasaran, lanjut Edy, selain membuka booth di salah satu mall, Banana Foster memaksimalkan penggunaan media sosial. Instagram dan facebook dianggap paling efektif karena menjadi media sosial yang paling banyak digunakan. Selain itu, pihaknya juga menggandeng komunitas penulis lokal, Tapis Blogger untuk mempromosikan Banana Foster.
Sejak dilaunching 10 Juni 2017 lalu, menurut Edy animo masyarakat cukup baik. Setiap harinya rata-rata konsumen yang datang ke gerai mencapai 100 orang. Saat weekend kunjungan konsumen bisa mencapai dua kali lipat. Itu belum termasuk yang pesan antar (delivery order).
“Khusus delivery order, kami juga menggandeng ojek kuliner lokal, yaitu Kurir Kilat Lampung, Mas Ojek Bandar Lampung, dan Ojek Zona Kuliner. Saat ini area yang bisa dilayani baru seputar Bandar Lampung saja,” paparnya.
Dalam menjalankan bisnis kulinernya, lanjut Edy, Sang Pemilik Hengky juga ingin memberikan kontribusi dalam mempromosikan wisata daerah Lampung, seperti Teluk Kiluan, Tanjung Setia, Pantai Gigi Hiu, Bendungan Batu Tegi, dan destinasi wisata lainnya. Keindahan detinasi wisata ini dipromosikan melalui media sosial agar wisatawan tertarik untuk melihat keindahan Lampung. (JL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here