Asiknya Melihat Gajah Mandi di Way Kambas

0
118
seorang pawang saat memandikan gajah.
seorang pawang saat memandikan gajah.
Jajananlampung.com, Lampung Timur — Jika kalian berkesempatan berkunjung ke kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK), jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan para gajah mandi di sungai.
Selain menambah pengalaman baru, kamu juga bisa sesekali bercengkrama dengan para gajah dari pinggir kolam pemandian.
Kolam pemandian gajah yang ada di TNWK merupakan hasil bendungan air sungai Way Kambas.
Kedalaman tiap meter kolam ini tidak sama, bervariasi 1 sampai 2 meter.
Wisatawan memperhatikan gajah mandi di TNWK
Wisatawan memperhatikan gajah mandi di TNWK
Kedalaman kolam ini telah disesuaikan dengan tinggi para gajah. Ukurang gajah paling tinggi tidak mencapai 3 meter.
Satu hal yang harus kamu tahu, gajah-gajah di Way Kambas ini mandi dua kali loh dalam sehari, yaitu pagi dan sore.
Pak Toni, salah satu pawang gajah saat memandikan dua gajahnya mengatakan kebersihan gajah harus diperhatikan.
Jika tidak, tubuh gaja bisa menimbulkan bau tidak sedap yang akan membuat pengunjung kurang nyaman. Tidak hanya itu, tubuh gajah yang bersih membuat gajah tidak mudah terserang penyakit.
“Sama seperti kita, gajah juga mandinya dua kali sehari, kalau tidak bisa apek,” kata Pak Toni.
Saat mandi, gajah-gajah ini sesekali menjulurkan belalainya ke tepiu kolam untuk menggoda para pengunjung yang menyaksikan mereka mandi.
Pengunjungpun antusias menyentuh belalai gajah dan ber-foto selfie dengan gajah yang tengah asik berendam.
Para pawang gajah nampak begitu cekatan saat menggiring gajah ke kolam, memandikannya, hingga mengajak gajah naik ke darat.
Wajar saja, pawang-pawang ini rata-rata sudah puluhan tahun mengabdikan diri di Way Kambas untuk melatih para gajah.
Salah satu pawang, Pak Sumarsono mengatakan dirinya sudah 25 tahun bekerja sebagai pawang gajah. Selama kurun watu itu, banyak suka duka yang ia alami.
Sukanya, saat ia berhasil melatih gajah-gajah liar menjadi gajah yang terampil. Dukanya, ada kalanya ia mendapat tendangan dari gajah yang mengamuk.
Meski begitu ia bahagia berprofesi sebagai pawang gajah.
“ Ya tentu senang, kalau tidak senang, tidak mungkin sampai 25 tahun,” kata Pak Sumarsono seraya tertawa. Dari tawanya terlihat jika ia benar-benar menyukai pekerjaannya.
Pawang-pawang gajah di sini juga cukup ramah, apapun yang kita tanyakan tentang gajah-gajah ini akan mereka jawab dengan senang hati.
Mau intip gajah mandi? Jangan lupa untuk mengunjungi Way Kambas di waktu liburan akhir pekan, hanya butuh waktu 2 jam untuk sampai ke Way Kambas dari Bandar Lampung. Tiket masuknya pun sangat murah, hanya Rp7.500,- per kepala. (JL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here