Kopi Pak Haji Otentik Khas Lampung

0
167
Kopi bubuk
Kopi bubuk "Pak Haji"--Lampung Selatan.
Jajananlampung.com, Lampung Selatan— Bagi Anda penikmat kopi otentik pasti sudah tidak asing lagi dengan citarasa dan aroma biji kopi Lampung. Kopi Lampung telah dikenal luas tidak hanya di nusantara tapi juga mancanegara.
Salah satu brand kopi ternama di Lampung adalah Kopi Pak Haji yang merupakan kopi bubuk olahan biji kopi arabika. Biji kopi arabika ini didatangkan langsung dari Talang Padang, Kabupaten Tanggamus yang dikenal sebagai satu sentra penghasil kopi.
Kopi Pak Haji merupakan industi rumahan yang berlokasi di Desa Branti Raya, Kecamatan Natar. Biji kopi pilihan diolah secara sederhana di rumah produksi Kopi Pak Haji.
Sutikno pemilik home industry Kopi Pak Haji saat menerima tim redaksi jajananlampung.com menjelaskan produk Kopi Pak Haji dijual dengan beberapa varian, mulai dari rasa original hingga KW 4.
Original kopi bubuk pak haji
Original kopi bubuk pak haji
Original merupakan olahan biji kopi robusta tanpa ada campuran apapun yang sangat disukai oleh para penggila kopi. Sedangkan untuk produk kopi KW 2, 3, dan 4 pembuatan bubuk kopi diberikan campuran jagung.
“Semakin banyak campuran yang digunakan, harga yang ditawarkan semakin murah,” ujar Sutikno.
Segmen pasar Kopi Pak Haji yang telah terbangun adalah segmen menengah ke bawah. Produk yang paling laris yaitu KW 2, 3, dan 4.
Pemesanan selain dari Kabupaten Lampung Selatan juga datang dari tiga kabupaten yaitu Bandarjaya, Metro dan Lampung Timur.
“Untuk harga kopi asli tanpa campuran ditawarkan dengan harga Rp63 ribu per kilogram. Untuk produk kopi KW2 ditawarkan dengan harga Rp40 ribu per kilogram, KW3 Rp35 ribu per kilogram dan KW4 ditawarkan dengan harga Rp25 ribu per kilogram,” jelasnya.
Dalam satu bulan penjualan Kopi Pak Haji cukup fantastis. Rata-rata penjualan Kopi Pak Haji mencapai 1 juta ton.
Perjalanan panjang dilalui Sutikno sebelum berhasil menjalankan bisnis kopi. Sebelumnya ia menekuni bisnis pengumpul rongsok, kemudian beralih profesi sebagai sopir taksi bandara.
Saat menjadi sopir taksi, ia bertemu dengan salah satu pengusaha kopi di Lampung.
“Dari situ, akhirmya saya belajar bagaimana memproduksi kopi bubuk dan memasarkannya. Alhamdulillah, usaha yang dirintis sejak tahun 2007 ini bisa bertahan hingga saat ini,” ujarnya.
Bahkan produk kopi yamg dihasilkan suami dari Suprapti ini kini telah memiliki lisensi KOPI PAK HAJI.
Untuk memenuhi permintaan pelanggan, Sutikno mengaku memperoleh bahan baku dari Talangpadang. Dalam menjalankan usahanya, ia dibantu oleh 4 orang karyawan. (JL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here