Pemilik Mister Geprek, Tak Sekedar Jualan

0
1226
Mister Geprek--Bandarlampung
Jajananlampung.com, Bandarlampung–Ayam geprek kini menjadi salah satu menu makanan kekinian. Telah banyak bermunculan rumah makan yang menjual menu satu ini. Bahkan salah satu artis Ibu Kota juga membuka bisnis kuliner dengan menu andalan ayam geprek.
Meski banyak pilihan, ada satu rumah makan ayam geprek yang akan kami rekomendasikan kepada Anda. Ayam geprek satu ini tidak hanya membuat Anda kangen dengan citarasanya, tapi juga memberikan pengajaran kepada kita tentang pengabdian untuk mengajarkan wirausaha kepada anak muda.
Adalah Adjie Sapto, pemilik rumah makan Mister Geprek. Ia adalah pensiunan salah satu perusahaan perbankkan di Bandar Lampung.
Setelah memasuki masa purnatugasnya sebagai seorang pegawai, ia ingin menjalani bisnis yang tidak hanya mengejar keuntungan tapi juga memberi kontribusi bagi pembangunan anak bangsa.
Adjie Sapto pemilik Mister Geprek--Bandarlampung.
Adjie Sapto pemilik Mister Geprek–Bandarlampung.
Atas saran Sang Putera Sulung, Rio Patriasanjaya, pria yang akrab disapa Pak De itu akhirnya memutuskan untuk membuka rumah makan ayam geprek.
“Pak, Bapak kayaknya akan lebih enjoy usaha kuliner saja dampingin anak-anak muda,” ucap Adjie Sapto meniru perkataan Sang Putera saat diwawancarai Jajanan Lampung, Sabtu (10/9/2017).
Nama Mister Geprek tercetus tiga tahun lalu, tepatnya 7 Oktober 2014. Lokasi rumah makan pertama di Jl. Arief Rahman Hakim, lalu berpindah ke Jl. Pulau Sebesi.
Lokasi rumah makan ini kembali pindah ke Tanjung Senang, lalu Kompleks Perkantoran Jl. Cut Mutia, kemudian dekat Kampus Teknokrat, dan terakhir di lingkungan Universitas Lampung.
“Sempat pindah-pindah, karena lokasi masih ngontrak. Sekarang di Unila kami sudah buka tiga tempat, salah satunya sudah lahan milik sendiri,” ucap Adjie Sapto.
Lingkungan kampus ini dipilih karena anak-anak muda menjadi sasaran utama pemasaran dan pendampingan bisnis kuliner Mister Geprek. Menu utama yang dijual Mister Geprek pun sangat sesuai dengan tipikal konsumen yang ingin makanan cepat dan harga terjangkau.
“Harga yang kami tawarkan terjangkau dengan kantong mahasiswa, es teh kami kasih free, air galon selalu kami siapkan. Dengan konsep tempat terbuka dan sederhana ini konsumen dapat lebih leluasa memesan dan menyantap makanan,” kata Adjie Sapto.
Dalam menjalankan bisnisnya pria yang ramah dan mudah bergaul dengan anak-anak muda ini melibatkan 15 orang mahasiswa yang menjadi mitranya.
Mereka bertugas membantu melayani hingga mengantar pesananan pembeli. Adjie Sapto mengajarkan pada mereka tentang integritas dalam melayani, karena dalam bisnis ini selain citarasa, pelayanan prima kepada konsumen menjadi kunci keberhasilan.
Ketika ditanya berapa laba yang ia peroleh, Adjie Sapto enggan menyebutkannya. Karena menurutnya ia tidak pernah menghitung dengan detail laba yang diraup. Baginya selama bisnis kulinernya bisa berjalan stabil, hal itu sudah membuatnya senang.
Kini Adjie Sapto bersama Sang Istri Murtiasdewi yang juga baru memasuki masa pensiun menjalankan Mister Geprek sambil menikmati waktu berdua.
Ayam Geprek Original--Bandarlampung
Ayam Geprek Original–Bandarlampung

Mister Geprek menawarkan ayam krispi geprek yang disajikan dengan sambal citarasa khas Lampung.

Ayam Geprek Buto Ijo--Bandarlampung
Ayam Geprek Buto Ijo–Bandarlampung
Tersedia tiga varian, yaitu ayam geprek original (sambal original), ayam geprek saus naga (sambal asam manis), dan ayam geprek buto ijo (sambal ijo).
Ayam Geprek Saus Naga--Bandarlampung
Ayam Geprek Saus Naga–Bandarlampung
Harganya sangat terjangkau, yaitu Rp15 ribu per porsi. Menu original tersedia dengan level kepedasan normal, medium, ekstra hot, dan super hot. Ada tambahan harga untuk level kepedasan di atas normal. Semuanya menggunakan cabai lokal Lampung. (JL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here