Pantai Teluk Nipah, Destinasi Unggulan di Indonesia

0
184
Pantai Teluk Nipah dari ketinggian.
Pantai Teluk Nipah dari ketinggian.
Jajananlampung.com, Lampung Selatan—-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno melakukan kunjungan kerja ke Lampung, Sabtu (23/9).
Satu titik yang menjadi tujuan, yakni Pantai Teluk Nipah di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.
Di pantai yang berada di area kebun PTPN VII Unit Usaha Bergen  itupun, Rini hanya singgah sekitar 35 menit.
Didampingi Dirut PTPN VII Andi Wibisono, Dirut PLN Sofyan Basyir, dan Sekprov Sutono, Rini sengaja mengunjungi pantai itu untuk memastikan prospek pariwisata di tanah aset negara itu.
“Ya, saya mendapat informasi tentang prospek pantai yang berada di PTPN VII sudah lama. Nah, saya ingin lihat langsung,” kata dia kepada wartawan di lokasi lebih kurang tiga kilo meter dari Jalinsum, Kalianda itu.
Setelah menyaksikan langsung, Rini mengaku sangat optimistis bahwa Pantai Teluk Nipah akan menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia. Posisi strategis Lampung, kata dia, sangat prospektif untuk perkembangan dari Jakarta.
“Jarak Jakarta dengan Lampung menjadi sangat dekat dengan infrastruktur yang semakin mapan saat ini.
Terlebih dengan akan selesainya jalan tol. Dan, Lampung mempunyai sumber daya alam, termasuk pantai-pantainya yang sangat indah,” tambah dia.
Rini mengaku segera membentuk tim untuk melakukan kajian kelayakan atau feasibility study. Ia sangat yakin, dengan dukungan beberapa BUMN, kawasan pantai dengan pasir landai berpadu perbukitan itu memenuhi kriteria untuk segera dikembangkan menjadi kawasan wisata agro terpadu.
Tentang kemungkinan BUMN dengan core business perkebunan seperti PTPN VII untuk melakukan diversifikasi usaha pariwisata, Rini mengaku sangat dibolehkan. “Tidak masalah. Itu ada aturannya. Yang sudah kami lakukan di Nusa Dua, Bali beberapa tahuun lalu. Nah, sekarang kita ke Lampung,” kata dia.
Dalam rencana kasarnya, Rini mengatakan kawasan dengan bentang pantai lebih dari tiga kilo meter ini menjadi resor terpadu. “Kita akan bangun kawasan resor terpadu dengan kelengkapan fasilitas dan pendukungnya. Sangat prospektif kita bangun golf court, agro wisata, hotel, dermaga kapal pesiar, dan lainnya. Saya sayang optimistis ini terlaksana,” tambah dia.
Rini langsung menyusuri pantai dengan pasir landai menuju bukit batu di sisi Selatan sejauh sekitar satu kilo meter diiringi deburan ombak Laut Selat Sunda.
Kepada Andi Wibisono, Rini menanyakan banyak hal tentang lokasi itu. Dari status HGU, jarak dengan pelabuhan, ibu kota provinsi, hingga ke bandara. Juga tentang suasana laut dan kebiasaan masyarakat sekitar pantai.
Sementara itu, Andi Wibisono mengatakan, wacana pengembangan kawasan Teluk Nipah menjadi agrowisata ini sudah bergulir sejak lama.
Pihak Kementerian BUMN juga sudah memberi peluang kepada BUMN untuk mengembangkan usaha di luar core businessnya. Namun, karena kondisi belum memungkinkan, wacana itu belum direalisasikan.
“Sebenarnya sudah lama kita rancang. Bahkan, kita sudah membangun badan jalan dan melakukan land clearing di lokasi ini. Tetapi belum terlaksana,” kata dia.
Kehadiran Menteri BUMN kali ini, kata dia, menjadi angin segar dari rencana lama yang sempat tertunda. Dia mengaku senang dan memberi apresiasi yang tinggi atas perhatian Menteri BUMN untuk pengembangan ini.
“Kita PTPN VII siap menjalankan. Tentu, dengan dukungan pihak kementerian dan sinergi dengan BUMN lain, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan,” kata dia.
Senada, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono mengaku surprised dengan kedatangan Menteri BUMN khusus untuk meninjau Pantai Teluk Nipah.
Sutono yang sempat dua kali menjabat Sekda Kabupaten Lampung Selatan mengatakan, kawasan ini adalah konsern Pemerintah Provinsi untuk pengembangan pariwisata.
“Gubernur kita, Pak Ridho Ficardo sangat konsern dengan pengembangan pariwisata. Di Lampung Selatan ini adalah stressing pariwisata dalam tata ruang wilayah. Makanya, kami sangat senang dan mendukung kebijakan pemerintah Pusat melalui Ibu Menteri BUMN,” kata dia. (JL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here