Pindang Iga Ikon Movie Cafe and Resto

0
117
Pindang Iga menu baru Movie Cafe and Resto
Pindang Iga menu baru Movie Cafe and Resto
PINDANG IGA MOVIE CAFE
Citarasanya Menyentuh Lidah dan Hati Pengunjung
Jajananlampung.com, Bandarlampung– Setiap tempat kuliner pasti memiliki menu andalan. Bahkan, saking melekatnya menu tersebut dengan restorannya, ada menu-menu yang resmi menjadi ikon pada restoran tersebut.
Tidak terkecuali di Movie Cafe. Di bawah chef Teguh, spot kuliner ini menawarkan menu spesial yang menyasar lidah orang Lampung sebagai si empunya daerah.
Pindang Iga Movie Cafe menjadi salah satu menu yang diangkat Movie Cafe sebagai ikon dari tempat kuline itu. Menurut chef Teguh, menu ini terinspirasi dari menu pindang iga biasa.
“Hanya saja, pada menu ini, ada penambahan dan pencampuran bumbu tertentu sehingga rasanya tidak seperti pidang iga pada umumnya. Pindang Iga Movie Cafe menjual rasa yang siap menggoyang lidah konsumen,” kata chef Teguh.
Lidah orang Lampung, lanjut dia, cenderung menyukai makanan yang pedas, asam, dan asin. “Awalnya kami agak kesulitan menyentuh lidah masyarakat Lampung. Kami harus memutar kepala menciptkan citarasa yang ramah di mulut masyarakat Lampung dengan mengolaborasikan berbagai bahan dan rempah untuk menghasilkan menu yang digemari ulun Lappung,” ucapnya.
Maka dari ituah, setiap hotel dan restoran memiliki menu unggulan masing-masing. Nah, chef Teguh memilih menu pindang untuk mejadi ikon atau ciri khas di tempat ini, yakni Pindang Iga Movie Cafe.
Untuk awal peluncuran menu ini, tambah dia, selama satu minggu Movie Cafe melibatkan pengunjung untuk mencoba menu tersebut lalu memberi masukan. Berbagai masukan itu kami olah sebagai referensi menciptakan aroma dan rasa yang “Lampung banget”.
Menu ini diperkenalkan kepada masyakarat Lampung mulai 1 September 2017. Di dua minggu pertama saja, pengunjung yang bersantap di sini sudah banyak yang memesan.
Tujuan utama chef teguh dan rekannya ialah menyentuh lidah dan hati pengunjung melalui menu ini. Dengan begitu, penyuka kuliner yang pernah makan pindang iga di sini akan datang kembali untuk menikmatinya. “Orang kalau sudah kesentuh lidahnya, maka dia akan kembali lagi ke sini. Mindset itu yang perlu kita bangun,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here