WAROEN’K KUBU SELEM, Bali Kental, Menu Halal

0
233
Ayam dan Bebek Betutu Khas Waroenk Kubu Selem
Ayam dan Bebek Betutu Khas Waroenk Kubu Selem
Jajananlampung.com, Bandar Lampung–Beberapa penjor, pohon kamboja, dan bangunan berarsitektur Bali dengan tatanan bata merah natural dan atap hitam bertakhta di sepotong jalan utama Perumahan Griya Abdi Negara, Sukabumi, Tanjungkarang Timur.

Suara rindik, gamelan Bali dari bilah-bilah bambu, mengalun lembut mengurung langit. Aroma cendana, dupa yang dibakar, menelusup ke organ penciuman di seputaran arena.

Ornamen kain motif bidak catur membungkus pilar-pilar di sebilang bangunan. Canang, sesaji dari janur, dengan aneka kembang dan lainnya terlihat di beberapa sudut latar.

Pada pintu masuk yang dirancang berada di tengah dengan tangga-tangga, dua gadis manis menyambut setiap tetamu. “Selamat datang di Kubu Selem, Bapak-Bapak. Silakan….,” sambut mereka bersamaan sambil berdiri dan menelungkupkan kedua tangannya di dada.

Aura magis khas Bali begitu kental. Tetapi, ada satu pemandangan yang tidak ditemukan di tempat lain dengan atmosfer Bali di sini. Dua gadis penerima tamu, salah satunya mengenakan hijab.

“Wih, ini yang unik. Suasananya Bali banget, tetapi penerima tamunya pakai hijab,” bisik Darmanto, salah satu pengunjung berbisik kepada jajananlampung.com di suatu sore, pertengahan November lalu.

Masuk ke lokasi, prototipe miniatur Bali benar-benar terasa. Tradisi bali yang amat bersahabat dengan alam terakomodasi dengan pepohonan rindang yang memayungi lokasi yang hanya seluas 600 meter persegi itu.

Suasana Out Door Waroenk Kubu Selem
Suasana Out Door Waroenk Kubu Selem

Beberapa unit bangunan sebagai dapur olah terlihat bersih. Ada public stage dengan perangkat live music di bagian tengah. Dan, para penikmat kuliner yang ingin menikmati suasana Bali dan makanan khasnya diberikan pilihan pondok-pondok asri orisinal Bali.

“Cuma plafonnya yang saya pake gaya modern. Supaya kebersihannya terjaga,” kata Made, pemilik restoran berkonsep natural Kubu Selem.

Made benar. Hampir semua properti, pajangan, dan ornamen adalah adopsi asli dari Bali.

Ada belasan patung Bali bertumpu di batu berada di beberapa sudut ruang terbuka. Ada juga peralatan yang dialih fungsikan menjadi pelengkap penampilan agar suasana Pulau Dewata semakin kental.

Juga beberapa pelayan yang tidak mengenakan jilbab, mereka memakai kebaya khas Bali dengan warna cerah dan tersunting bunga kamboja di atas salah satu telinganya.

Pramu saji Waoenk Kubu Selem
Pramu saji Waoenk Kubu Selem

“Iya, Mas. Mungkin ada yang bilang aneh saya buka rumah makan di sini dengan konsep Bali kental. Ini semata karena saya yang orang Bali asli ingin mengenalkan Bali secara utuh.

Kami bisa menyesuaikan diri dan toleran dengan budaya apa pun. Makanya, walaupun suasananya Bali banget, seluruh makanan olahan kami 100 persen halal. Karyawan saya, termasuk yang terima tamu di depan itu bukan simbol, tetapi memang dia pakai hijab kesehariannya,” kata pria asal Buleleng ini.

Made mengaku bukan ingin memadukan budaya Bali dengan mayoritas penduduk Lampung yang muslim. Ia mengatakan konsep ini hanya ingin menghadirkan suasana Bali.

Itu termasuk segala ornamen dan perangkat hiasan yang ada di restoran alam yang baru dibuka pada awal 2016 itu.

“Semua chef kami muslim. Setiap waktu salat, mereka salat. Saya tidak ada toleransi soal kehalalan menu.

Kalau ada canang, ada penjor, atau ada alat-alat yang digunakan adat Bali dan ada di sini, sama sekali itu bukan ritual. Itu sekadar properti seni yang saya anggap menguatkan suasana Bali seperti di tempat asalnya,” ucap pria Bali beristri wanita Jawa ini.

Di bagian dalam, perpaduan Bali dan Lampung terwakili oleh satu papan sekat banner bergambar gadis Bali di sebelah kanan dan gadis Lampung lengkap dengan siger di bagian kiri. Lalu, berbagai alat musik modern di center stage menerjemahkan bahwa restoran ini cocok untuk bersantai nongkrong menikmati suasana.

Menu Khas Bali

Nama Kubu Selem disematkan Made untuk mengangkat nuansa tradisional. Kubu Selem, kata Made, dalam bahasa Bali artinya gubuk hitam. Ia ingin mengimajinasikan betapa nikmatnya makan sambil mengobrol di gubuk mungil di tengah sawah dengan menu khas perdesaan.

Ayam Betutu ala Waroenk Kubu Selem
Ayam Betutu ala Waroenk Kubu Selem

Tak heran, menu yang disajikan di warung ini memang khas Pulau Dewata. Bahkan, satu menu diciptakan Made dengan mengadopsi menu betutu (ayam, bebek, ikan) dengan mengedepankan rasa berbeda dan kepedasan yang lebih aduhai.

“Itu kreasi saya dan saya namakan ayam atau bebek Buleleng. Rasanya lebih mantap dan pedasnya juga lebih nyedak dibanding betutu,” kata penikmat aneka kuliner ini.

Selain ayam, bebek, ikan yang diolah ala Bali natural, aneka makanan dengan konsep modern juga tersedia. Untuk minuman, Made yang didampingi Amin, sebagai manajer mengatakan, Kubu Selem juga menyediakan aneka minuman.

Made menerangkan mendengar minuman Green Fish Kubu (jus gurami) mungkin penikmat kuliner membayangkan minuman itu akan beraroma amis.

Green Fish Kubu
Green Fish Kubu

“Dengan paduan suyur-sayuran berkualitas yang mengandung berbagai vitamin, minuman ini tidak amis dan justru menjadi minuman kesehatan,” ujar dia.

Begitu pula dengan sajian bebek buleleng dan gurami terbang pedas dan gurih akan terasa begitu menyentuh lidah.

Daging bebek yang diramu sedemikian rupa memiliki rasa yang nikmat hingga ke tulangnya. “Kami membuat daging bebek lembut tidak dipresto, tetapi dimasak menggunakan teknik yang kami miliki.

Minuman seperti Blue Ocean Lovina dan Red Water full Gigit juga ada di Waroen’k Kubu Selem. Minuman ini diracik dari bahan leci, lemon, dan sirip merah plus soda. Rasanya menyegarkan di tenggorokan,” ujarnya.

Begitu pula minuman Blue Ocean Lovina yang terinspirasi dari Pantai Lovina Buleleng.

“Selain makanannya yang enak dan khas , tempat ini asyik buat nongkrong sama teman-teman dengan suasana seperti di Bali,” ujar Yureka, salah satu pengunjung.

Bagi penggila kuliner yang tidak suka pedas, bisa memberi tahu juru masak. Namun. untuk makanan khas bebek dan ayam nungging, pedas merupakan ciri khas Buleleng. “Pedas tetapi lembut,” ujarnya. (JL)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here