Sandwich Seto Tawarkan Roti Isi yang Bervariasi

0
287
Sandwich, buatan Seto
Sandwich, buatan Seto
Jajananlampung.com, Bandarlampung—Bosan dengan sarapan pagi atau makan siang dengan menu yang itu-itu saja? Pernah mencoba kudapan sandwich? di Bandar Lampung, ada lho sandwich hasil buah karya Mahasiswa Universitas Lampung yang dapat Anda cicipi.

Dengan berbekal seabrek pengalaman di dunia kuliner, mulai dari SMP, Seto tertarik untuk mencoba membuat sandwich yang dipasarkan melalui media sosial.

Sandwich buah tangan pemuda asal Kalianda ini mempunyai dua varian rasa: ada manis dan asin. “Saya punya lima varian rasa manis, yaitu Chocolate Lava, Chocolate Lava Meet Cheesestick, Chocolate Lava Meet Banana, Milk Meetcheese Melt, dan Peanut Butter,” terang Seto pada Jajananlampung.com.

Untuk rasa asin ada empat varian, yaitu Chicken Blackpaper, Tuna Blackpaper, Pizza Mozarella,dan Smoked Beef Cheese. Harga dibanderol untuk setiap pack-nya Rp37 ribu saja.

Untuk satu pack sandwich manis berisi lima dengan ukuran jumbo dan rasa asin berisi 10 ukuran mini.

Menurutnya, dari berbagai varian rasa manis dan asin, yang sangat diminati konsumen Chocolate Lava. “Cukup lumayan pemesannya,” terangnya.

Sandwich buatannya yang telah dikenal di kalangan mahasiswa Lampung kini telah merambah di luar kampus. “Kalau alamat saya indekos dan stok saya di Bandar Lampung di Kelurahan Kampungbaru, RT 04/RK 01, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.

Saya tidak ada keturunan pebisnis sama sekali. Ibu saya guru SD, ayah saya pensiunan buruh pabrik penggilingan padi. Saya anak keempat dari empat bersaudara dan saya laki-laki sendiri,” kata dia.

Bagi Anda yang ingin mencicipi sandwich lezat buatan Seto, bisa melakukan order lewat WhatsApp di nomor 082182661350 atau di via Instagram sandwich.lampung.

Pria asal Lampung Selatan ini telah mencoba terjun ke dunia usaha sejak duduk di bangku SMP, mulai dari berjualan pulsa dan SMA berjualan pisang panggang keju cokelat produksi sendiri.

“Kuliah ini saya belajar ternak lele di rumah Kalianda. Dan, sekarang saya lagi ngerintis sandwich.

Saya dari kecil didikannya keras dari ayah. Berhubung saya laki-laki sendiri, waktu saya mau beli sesuatu dan minta ke ayah, ya ayah enggak kasih, karena kan kerja sebagai buruh pabrik pun enggak begitu besar.

Belum lagi tiga kakak saya masih kuliah dulu. Jadi, ya saya nyoba saja jualan-jualan gitu.

Alhamdulillah, SPP kuliah saya semester II kemarin enggak minta orang tua lagi. Kontrakan juga di tahun ini saya enggak minta lagi,” ucapnya dengan semringah. (JL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here