Megah dan Indahnya Etalase Lampung

0
268
“BANDARA RADIN INTEN II”-- LAMPUNG
“BANDARA RADIN INTEN II”-- LAMPUNG
Jajananlampung.com, Lampung Selatan– Di teras rumah sederhana di bilangan Tanjungsenang, Bandar Lampung itu, satu keluarga dari Belitang, Sumsel berpamit pada Sabtu asyar, akhir November 2017.

Dengan satu minibus, keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan tiga anak itu memulai perjalanan selama eman jam.

Waktu sudah menunjuk angka 18.30. Rasyidin, tuan rumah yang baru saja menerima kunjungan kerabatnya itu menelepon untuk menanyakan perjalanan.

“Sampai di mana, Kang?” tanya Rasyidin.

“Wah, ini baru nyampe Wates, Lampung Tengah,” jawab Slamet, Rachmat, adiknya yang tadi berpamit.

“Lo, kok lama amat. Apa kena macet di Tegineneng, ya?” tebak Rasyid.

“Enggak, kok. Perjalanan lancar, cuma tadi mampir di Bandara Branti. Anak-anak pengin ngelihat pesawat. Lama di situ, foto-foto sambil ngeliat orang kalau mau naik pesawat bagaimana, hahaha…. Maklum, orang kampung….hehehe,” terang Rachmat.

“Oooo…begitu. Ya, sudah…hati-hati…,”

Percakapan warga itu bukan hanya terjadi pada dua keluarga ini. Ketika melintasi Bandara yang berada di ruas Jalan Lintas Sumatera Kecamatan Natar itu, decak kagum memang selalu terdengar. Keberadaan lapangan terbang bernama Radin Inten II ini menarik perhatian.

“Ya, kami memang sudah berubah sejak setahun terakhir,” kata Wahyu, Humas Bandar Radin Inten II, akhir pekan lalu.

Dari penampilan fisik, gedung utama berupa ruang check ini, pelayanan keberangkatan, pintu kedatangan, dan ruang tunggu penumpang tampak megah.

Gedung setara empat lantai dengan arsitektur modern itu ditandai tulisan “BANDARA RADIN INTEN II” bercahaya kuning neon sign. Tata lampu dari berbagai sudut menambah gemerlap ketika senja mulai memeluk langit.

Di bagian utara, gedung parkir tiga lantai juga tak kalah kekar. Jarak antara gedung parkir dan gedung pelayanan sekitar 100 meter dihubungkan dengan selasar tertutup auning polyurethane bermotif melata kaki seribu kombinasi kuning-putih. Ini menjadi lorong publik yang hampir semua orang yang melintas tak melewatkan untuk selfie atau wefie.

Di bagian lobi, suasana internasional sudah terasa. Selain kantor maskapai dan informasi Bandara, outlet biro perjalanan, gerai-gerai makanan siap saji, pakaian modern, oleh-oleh, suvenir, dan banyak pernik tertata rapi. Armada angkutan Bandara juga terlihat tertib memadu harmoni dengan kendaraan pengantar maupun penjemput.

Suasana ini sungguh berbeda dengan kondisi sebelum renovasi. Area parkir yang sudah sangat nyaman, jalur kendaraan yang mengakses lobi, area dropping yang nyaman, dan sistem pengelolaan yang teratur menempatkan bandara ini setara dengan bandara internasional. Satu perubahan yang lebih sistematis adalah suasana nyaman, aman, dan harmoni.

“Tidak ada lagi orang merokok di area ini. Kalau ada yang meu merokok, kami sediakan smoking area. Dan alhamdulillah, semua bisa berubah seiring perubahan konsep dan keberadaan fasilitas yang memadai,” terang Wahyu.

Ditanya soal model, Wahyu tak malu menyebut Bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan ini mencontek Bandara SAM Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan.

Selain karena tata ruang dan arsitekturnya yang baik, menurut Wahyu, kepala Bandara Radin Inten II saat renovasi adalah putera Lampung yang sebelumnya menjadi Kepala Bandara SAM Sulaiman.

“Kalau saya boleh sebut, ini konsep Pak Satimin. Waktu membangun Bandara Balikpapan, dia jadi kepalanya. Di situ selesai, dia ditugaskan menjadi kepala di sini. Maka, konsep SAM Sulaiman itu dibawa plek ke sini. Persis dan memang menurut saya sangat bagus,” kata pria subur nan simple ini.

Dari sisi skuriti, Bandara ini dipantau oleh puluhan kamera pengintai di hampir setiap sudut. Ketika penumpang dengan barang akan masuk ruang check ini, peralatan deteksi canggih akan menscan setiap detail potensi gangguan dalam kendali petugas profesional berlisensi. Demikian pula ketika bagasi hendak masuk ke pesawat maupun penumpang akan memasuki ruang tunggu.

Waiting room yang dulu terus menghiasi surat pembaca koran dengan keluhan, hari ini sudah berubah total. Posisinya yang berada di balkon dengan latar depan kaca yang tembus pandang landasan pesawat membuat penumpang bisa menyaksikan atraksi besi-besi terbang itu landing atau take off.

“Kalau dulu ada anjungan yang bisa diakses pengantar untuk melihat pesawat turun atau naik, sekarang tidak. Tetapi, ruang tunggunya sekarang seperti anjungan,” tambah Wahyu.

Wahyu menginformasikan, dalam waktu dekat, Bandara Raden Intan II segera melayani penerbangan internasional. Ada enam maskapai yang saat ini terjadwal di Bandara ini dengan lebih dari 35 flight.

“Sekarang masih penerbangan domestik, tahun depan (2018), rencananya sudah internasional. Kemungkinan besar juga untuk embarkasi haji. Fasilitasnya sudah cukup. Bahkan, kita sudah ada dua garbarata (tollgate) yang baru dipasang dan segera dioerasikan,” kata pria rileks ini.

Kini, Bandara Radin Inten II sudah menjadi ikon baru di Lampung. Dengan fasilitas pelayanan penumpang yang modern, peralatan navigasi canggih, panjang landasan pacu yang sudah 3.300 x 45 meter, dan infrastruktur memadai, ia menjadi etalase daerah.

Selain fasilitasnya yang canggih, performanya yang baik, dan penampilannya yang menarik, keramah-tamahan seluruh orang yang menjadi bagian dari sistem ini juga sudah berubah. Senyum Radin Inten II kini sudah semanis kerlingan muli Lampung. (JL-SDM).

foto-foto fasilitas bandara selengkapnya : http://majalahjajananlampung.blogspot.co.id/2017/12/bandara-radin-inten-ii.html

intagram : @jajananlampungnews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here