Eco Office Ala Dinas Lingkungan Hidup Way Kanan

0
101
Suasanan Eco Office di kantor DLH Way Kanan
Suasanan Eco Office di kantor DLH Way Kanan
Jajananlampung.com, Way Kanan–Arloji menujuk angka 10.00 ketika beberapa tamu mengetuk pintu Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Way Kanan, akhir November 2017 lalu.
Di lobi, seorang diantaranya menyampaikan tujuannya kepada petugas piket. “Oh, bapak ada di belakang. Silakan temui di sana saja,” kata pegawai jaga itu dengan ramah.

Menembus beberapa ruang kerja, tamu itu diarahkan menuju halaman belakang. Dari kaca jendela, Anang Risgianto, sang Kepala Dinas, terlihat sedang serius di satu set meja sederhana di pinggir taman.

Sapa salam dari tetamu yang dia kenal segera mengubah suasana menjadi riang.

“Wah, enak ya Pak Kadis ngantornya di alam terbuka. Adem dan silir rasanya,” kata seorang dari tamu yang tampaknya sudah kenal akrab itu dengan suara renyah dari kejauhan.

“Wuih, mari-mari sini. Yah, beginilah kantor kami sekarang. Menyatu dengan alam, hahaha…. Bahasa kerennya, eco-office,” sambut Anang dengan wajah semringah.

Suasana kerja di Kantor yang mengurusi kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Way Kanan itu memang berbeda sejak beberapa bulan terakhir.

Anang sebagai kepala dinas lebih sering mengerjakan tugas dan menerima tamu di ruang terbuka.

Di bawah payung pohon mahoni, akasia, dan beberapa pohon peneduh lain yang rindang, aktivitas pegawai dan tetamu lebih banyak terjadi di sini.

Ruang terbuka di latar belakang itu memang tidak luas. Anang mengaku, ruang kerjanya di dalam gedung tetap ia pertahankan. Namun, sesuai dengan misinya sebagai instansi pemerintah yang mengurusi kelestarian alam, ia menciptakan “ruang kerja kedua” dengan konsep out door.

Dengan bahan sederhana, ia membangun gazebo terbuka natural berbahan batu bata tanpa plester, konstruksi kayu balok tanpa serut, atap asbestos, dengan lantai paving block.

Di bawah gubuk ini terdapat meja besar-panjang sistem knock down dengan jejeran kursi saling berhadapan. Pada saat tertentu, meja bisa disingkirkan dan susunan kursi ditata dengan formasi teater.

Tetumbuhan hijau di hamparan tanah yang berselimut rumput gajah rapi dengan detail kebersihan terjaga. Di bagian sudut, ada amparan semen empat persegi panjang (mungkin beton penutup septic tank).

Namun, sepetak semen itu justru difungsikan sebagai tempat kerja dengan meja setengah biro dan kursi yang bertahta.

Kehadiran tanaman anggrek liar yang tergantung di pohon-pohon dalam kawasan itu mengundang aura sejuk. Juga pot-pot penuh bunga warna-warni yang terawat apik di pojok-pojok ruang. Ada juga pagar hidup dari jenis siksa dan pangkas merah-kuning-putih yang rajin bercukur.

Selain mengadobsi konsep eco-office (kantor berwawasan ekologi), Anang tampaknya amat peka zaman. Di satu sudut gedung dengan tembok kosong yang menghadap taman, ia menggantung sepeda ontel kuno menjadi penampang. Warna cokelat klasik tetap dia pertahankan.

Dua roda sepeda itu menjadi huruf OO yang melengkapi tulisan GOOD dengan tulisan ENVIRONMENT di bawahnya. Jadilah, hiasan unik ini menjadi sudut selfie dan wefie bagi setiap pengunjung yang datang.

Konsep eco-office yang digagas Anang dan seluruh staf Dinas Lingkungan Hidup Way Kanan itu mendapat sambutan. Kini, “padepokannya” menjadi ampiran teman-teman dan kolega para pegawai maupun tamu untuk singgah. Barak di luar gedung yang biasa dipakai untuk rapat, briefing, dan sekadar rehat itu juga sering “ditunjuk” oleh sesama dinas untuk rapat koordinasi.

“Saya nggak nyangka, ternyata kawan-kawan dari dinas lain kalau mau rapat bersama malah milih ke gubuk ini. Ya, otomatis saya jadi sering menjadi tuan rumah,” kata mantan Sekretaris Bappeda Way Kanan itu.

Konsep kantor berwawasan ekologi, menurut Anang, mempunyai banyak manfaat. Dari sisi kesehatan, pekerja bisa lebih leluasa bergerak dan mendapat kesegaran alam. Dari sisi efisiensi, Anang menyebut tidak memerlukan listrik untuk penerangan maupun alat pendingin udara.

“Saya juga sudah wajibkan semua pengolahan data tidak lagi pakai PC, tetapi pakai laptop. Selain ringkas, juga hemat energi. Kami bisa menghemat pembayaran listik lebih dari 50 persen sekarang,” tambah dia.

Atas prakarsa itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Way Kanan diapresiasi Bupati Raden Adipati Surya. Bupati menyebut, kantor atau tempat bekerja harus menciptakan suasana nyaman untuk menghasilkan ide-ide kreatif dan mengakslerasi pencapaian tujuan. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here