Toko Kue Yussy Akmal Lampung

0
516
Ibu Dewi Rabiatuladawiyah Akmal yang merupakan adik dari Ibu Yussy.
Ibu Dewi Rabiatuladawiyah Akmal yang merupakan adik dari Ibu Yussy.
Jajananlampung.com, Bandarlampung–Mungkin bagi kebanyakan orang mengenal Toko Kue Yussy Akmal baru sejak beberapa tahun ini. Mungkin juga banyak yang berpendapat toko kue tersebut baru berdiri sekitar tahun 2010. Ternyata, yang berpendapat seperti itu rupanya salah besar.

Tim Jajanan Lampung punya berita yang lengkap tentang toko kue yang satu ini. Anda akan semakin mengenal toko kue Yussy Akmal dengan penuh cinta. Ternyata, ibu cantik yang bernama Yussy Asih Fourini ini telah memulai usaha kuenya sejak tahun 1992 ketika beliau masih duduk di bangku SMA.

Alumnus SMAN 2 Bandar Lampung ini memulai usahanya dengan menggunakan 1 kilogram tepung terigu, mentega, gula, dan juga telur.

“Pokoknya 1 kilogram semua, deh!” kata Ibu Dewi Rabiatuladawiyah Akmal yang merupakan adik dari Ibu Yussy. Brand Yussy Akmal diambil dari nama Ibu Yussy sendiri dan Akmal adalah nama ayah mereka. Bakat membuat kue diturunkan dari nenek yang sering diminta masyarakat sekitar untuk membuat kue di acara hajat atau untuk kepentingan besar lainnya.

Di tahun-tahun awal produksi itu, Yussy Akmal baru dikenal oleh masyarakat sekitar Jalan Dahlia, Rawalaut, Bandar Lampung. Namun, karena kue yang dihadirkan banyak disukai pelanggan dan terkenal enak serta higienis, berita baik itu merambat dari mulut ke mulut hingga hotel dan kantor daerah sekitar banyak yang memesan.

“Waktu itu, kue yang kami tawarkan adalah aneka jajanan pasar dengan harga Rp350. Pesanan baru bertahap puluhan sampai ratusan kotak. Namun, lama-lama sampai kepada pesanan seribu kotak. Kami mulai kelabakan karena produksi masih manual saat itu,” kenang Ibu Dewi yang berperan sebagai wakil Ibu Yussy yang mengoperasikan bisnis, baik mengawasi produksi dan juga menangani empat gerai Yussy Akmal sekaligus.

Ibu Dewi yang merupakan anak keempat dari Bapak Akmal ini bertambah sibuk karena Ibu Yussy sedang melanjutkan studi di London untuk mendalami ilmu cake. Wah, Yussy Akmal memang tidak main-main dalam memperhatikan kualitas produk.

Yussy Akmal terus berinovasi mengikuti selera pasar dan perkembangan zaman. Sang pemilik pun tak tanggung-tanggung untuk menjemput dan menuai pengalaman sampai jauh-jauh belajar ke negeri Eropa.

Alasan Yussy Akmal memilih bisnis kue ini karena memang beliau hobi membuat kue dan dukungan keluarga yang besar menjadi penyemangat bagi Yussy yang lahir pada 20 Maret 1975 untuk mengembangkan bisnisnya.

“Sejak awal memulai bisnis ini, kami sekeluarga kakak beradik ikut turun tangan membantu Bu Yussy,” kata Ibu Dewi yang sangat bangga dengan Ibu Yussy yang merupakan anak ketiga dari Bapak Akmal.

Karena permintaan yang semakin banyak, akhirnya Yussy memutuskan untuk membuka toko di dekat rumahnya. Toko tersebut hanya berukuran 2,5 x 2,5 meter persegi. Namun, lama-lama toko tersebut terasa semakin sesak dengan konsumen yang membeludak dan juga kue-kue yang tak pernah berhenti diproduksi.

Sebab itulah, Yussy memutuskan untuk membuka gerai yang jauh lebih besar di jalan Jenderal Sudirman. Kejelian memperhatikan market dan kemauan yang keras untuk terus memenuhi kebutuhan pasar, Yussy tak lagi hanya memproduksi kue, tetapi juga bertambah ke bakery, cake ulang tahun dan banyak lagi varian cake. (JL/HENI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here