Yussi Akmal Toko Kue Legendaris di Lampung

0
262
Yussi Akmal Toko Kue legendaris di Lampung
Yussi Akmal Toko Kue legendaris di Lampung

 

Jajananlampung.com, Bandarlampung–Berawal dari hobby membuat kue Ibu Yussi Akmal untuk memenuhi pesanan kerabat, tetangga di lingkungan Jalan Dahlia, Rawa Laut, Bandar Lampung.

Ternyata, ibu cantik yang bernama Yussy Asih Fourini ini telah memulai usaha kuenya sejak tahun 1992 ketika beliau masih duduk di bangku SMA.

Namun, karena kue yang dihadirkan banyak disukai pelanggan dan terkenal enak serta higienis, berita baik itu merambat dari mulut ke mulut hingga hotel dan kantor daerah sekitar banyak yang memesan.

Kue pasar yang diproduksi Yussi Akmal
Kue pasar yang diproduksi Yussi Akmal

“Waktu itu, kue yang kami tawarkan adalah aneka jajanan pasar dengan harga Rp350.

Pesanan baru bertahap puluhan sampai ratusan kotak. Namun, lama-lama sampai kepada pesanan seribu kotak. Kami mulai kewalahan menerima pesanan karena produksi masih manual saat itu,” kenang Ibu Dewi yang berperan sebagai wakil Ibu Yussy yang mengoperasikan bisnis, baik mengawasi produksi dan juga menangani empat gerai Yussy Akmal sekaligus.

Ibu Dewi yang merupakan anak keempat dari Bapak Akmal ini bertambah sibuk karena Ibu Yussy sedang melanjutkan studi di London untuk mendalami ilmu cake. Wah, Yussy Akmal memang tidak main-main dalam memperhatikan kualitas produk.

Yussy Akmal terus berinovasi mengikuti selera pasar dan perkembangan zaman. Sang pemilik pun tak tanggung-tanggung untuk menjemput dan menuai pengalaman sampai jauh-jauh belajar ke negeri Eropa.

Cake produksi toko kue Yussi Akmal
Cake produksi toko kue Yussi Akmal

Alasan Yussy Akmal memilih bisnis kue ini karena memang beliau hobi membuat kue dan dukungan keluarga yang besar menjadi penyemangat bagi Yussy yang lahir pada 20 Maret 1975 untuk mengembangkan bisnisnya.

“Sejak awal memulai bisnis ini, kami sekeluarga kakak beradik ikut turun tangan membantu Bu Yussy,” kata Ibu Dewi yang sangat bangga dengan Ibu Yussy yang merupakan anak ketiga dari Bapak Akmal.

Karena permintaan yang semakin banyak, akhirnya Yussy memutuskan untuk membuka toko di dekat rumahnya. Toko tersebut hanya berukuran 2,5 x 2,5 meter persegi. Namun, lama-lama toko tersebut terasa semakin sesak dengan konsumen yang membeludak dan juga kue-kue yang tak pernah berhenti diproduksi.

Sebab itulah, Yussy memutuskan untuk membuka gerai yang jauh lebih besar di jalan Jenderal Sudirman. Kejelian memperhatikan market dan kemauan yang keras untuk terus memenuhi kebutuhan pasar, Yussy tak lagi hanya memproduksi kue, tetapi juga bertambah ke bakery, cake ulang tahun dan banyak lagi varian cake.

Sedangkan aneka kue mulai dari moci, martabak, sosis solo sampai pie pisang tetap menjadi kue legendaris yang selalu tersedia di Yussy Akmal.

“Apa yang ditanya konsumen, kami berusaha memenuhi. Kami tak mau jika ada orang yang masuk ke toko kami, lalu pulang dengan tangan hampa dan kecewa. Dan, itu adalah tantangan tersendiri buat kami,” ujar Ibu Dewi dengan bersemangat.

Yussy Akmal terus mengembangkan jenis cake, berinovasi mengikuti market dengan tetap berpijak pada ciri khasnya yaitu jajanan pasar, namun dibentuk dan dikemas dengan gaya modern hingga toko kue Yussy Akmal tak khawatir sama sekali akan disaingi dengan toko kue yang lain.

Rasa kue dengan khas tradisional pun dipadukan dengan resep international yang bisa diterima lidah siapa pun. Baik tua maupun muda tak sungkan menikmati berbagai kue yang disediakan di Yussy Akmal.

Bahkan, kita akan cenderung bangga menikmati resep tradisional yang dibaurkan dengan resep internasional.

“Setiap toko kue atau pun bakery pasti punya ciri khas tersendiri untuk produknya. Selain pie pisang yang sudah banyak dikenal, kami juga punya Banciz alias Banana Chesse,” papar Ibu Dewi.

Sesuai namanya, Banana Chesse adalah bolu pisang yang dipadukan dengan keju yang dipanggang. Ketika potongan bolu tersebut mendekat ke hidung, wangi aroma keju dan pisang sangat menggugah selera. Dan, ketika masuk ke mulut, rasa keju yang gurih dan manisnya pisang membaur dengan cetar di lidah.

Nah, mungkin inilah salah satu kelebihan Yussy Akmal dalam mengolah produknya. Segala cake yang dipajang di toko bisa tahan selama dua hari karena tanpa bahan pengawet sama sekali. Kalau untuk kue tar, brownies, black forest, dan juga tiramisu bisa tahan selama seminggu. Kalau telah melampaui waktu, cake akan ditarik. Namun, itu sangat jarang terjadi, karena Yussy Akmal laris manis terus setiap hari.

“Dalam berproduksi, kami terus berembuk dengan tim, mencari rasa terbaik dengan bahan terbaik tentunya. Terus memecahkan tantangan.

Apalagi, Lampung ini mayoritas penduduknya multikultur dan seleranya berkiblat pada apa yang ada di Jakarta.

Kalau sudah booming di televisi ataupun media sosial, pasti ada saja konsumen yang menanyakan kue jenis itu kepada kami. Seperti ketika dulu Rainbow Cake sedang meledak di pasaran, kami pun merasa tertantang dan menyediakannya dengan senang hati,” kata dia.

Bila mengingat toko yang ada di Jalan Jenderal Sudirman, konsumen di sana kebanyakan adalah orang kantoran dengan kalangan ekonomi menengah ke atas. Hal itulah yang membuat mereka begitu menekankan kualitas produk kue.

“Harga tak jadi masalah buat mereka asalkan cake yang mereka maksud tersedia. Konsumen tak segan membeli cake dengan harga satu juta ke atas. Kalau kita menyediakan yang biasa, justru mereka tak mau beli,” terang Ibu Dewi.

Berangkat dari permintaan pasar yang seperti itu, Yussy Akmal berpikir dan memutuskan untuk melayani permintaan konsumen dengan setulus hati. “Kami senang kalau konsumen puas,” tandasnya.

Hal ini berbeda dengan toko yang ada di Kedaton. Yussy Akmal paham akan selera pasar. Kalau di Kedaton ini konsumennya rata-rata mahasiswa dan ibu-ibu yang maunya serbacepat dan ringkas.

Ibu-ibu yang belanja di seputaran Kadaton banyak yang cari oleh-oleh dan mahasiswanya adalah anak muda pintar yang selalu mengikuti perkembangan zaman dan kekinian. Sebab itulah, Yussi Akmal menyuguhkan cake dalam bentuk paket untuk toko yang ada di Kedaton.

Nah, gimana tuh? Yussy Akmal toko kue yang menyuguhkan penganan tradisional yang memadukan rasa internasional dan mengikuti perkembangan zaman, bukan? Bagi Anda pencinta cake, pasti makin penasaran.

Silakan datangi gerai Yussy Akmal yang tersebar di titik strategis kota Bandar Lampung: Jalan Jenderal Sudirman; Kedaton; Lampung Walk; Jalan Urip Sumoharjo; dan di Teluk Betung dekat Kelenteng Thai Hin Bio. Yuk, kita borong semua kue di Yussy Akmal! (JL/HERA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here