Pringsewu miliki Pusat Kuliner dan Kerajinan

0
212
Wakil Bupati Pringsewu Fauzi saat meninjau stand di PASMAMI
Wakil Bupati Pringsewu Fauzi saat meninjau stand di PASMAMI
Jajananlampung.com, Pringsewu—Masyarakat Kabupaten Pringsewu mempunyai pusat kuliner dan kerajinan yang beroperasi pada setiap malam minggu.

Pusat kuliner dan kerajinan pringsewu ini berada di Jalan Satria, Desa Gadingrejo, Kecamatan Gading Rejo.

Pasar yang beroperasi dari pukul 15.00-23.00 WIB, masyarakat menyebutnya PASMAMI kepanjangan dari Pasar Malam Minggu.

Keberadaan pasar ini bentuk dapat mendukung Pemerintah Daerah dalam memajukan dunia usaha khususnya para pelaku usaha kuliner dan kerajinan, terang Wakil Bupati Pringsewu Fauzi pada jajananlampung.com, Senin (19/2/2018).

Kami mengapresiasi kreatifitas dan langkah para pengiat kuliner dan para pengrajin yang telah memprakarsai terbentuk PASMAMI ini.

“Langkah ini patut didukung sebagai sarana pengembengan usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mendongkrak perekonomian masyarakat,” terang Fauzi.

Tempat ini dapat menjadi objek wisata masyarakat Kabupaten Pringsewu pada khususnya dan tidak menutup masyarakat Lampung.

Kedepan pengelola dan seluruh pihak yang terkait untuk dapat dapat mempromosikan keberadaan Pasmami, dan perlu sentuhan kreatif dan inovatif, sehingga dapat menarik para pengunjung.

“Perlu banyak inovasi, agar Pasmami ini bisa semakin dikenal  masyarakat secara luas’, dengan mengadakan kegiatan seperti pentas seni, musik, senam sore bersama dan sebagainya,” harapnya.

Kepada Dinas Pariwisata untuk dapat membantu melengkapi sarana dan prasaran penunjang di Pasmami.

“Dinas terkait harus membantu melengkapi sarana dan prasarana penunjang, agar Pasmami ini bisa berkembang menjadi distinasi wisata kuliner di Kabupaten Pringsewu,” pintanya.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah wakil ketua perhimpunan UKM Pekon Gadingrejo Wahyudi menyampaikan, Pasmami dibentuk berdasarkan kesepakatan para pelaku UKM di kecamatan Gading Rejo untuk bersinergi dalam satu lokasi, maka terbentuklah Pasmami.

“Sebelumnya para UKM berusaha sendiri-sendiri ditempat terpisah. Lalu kami berpikir mengapa kita tidak bersama-sama untuk berusaha dalam satu lokasi.

Jika kita bersatu dalam satu tempat, harapan kami kekuatan yang kecil akan menjadi besar jika bersatu.

Berdasarkan pemikiran itu, kita bentuk wadah group UKM, agar lebih kreatif dan inovatif untuk mengembangkan usaha.

Kesepatan kami wujudkan dalam Pasmami ini, bisa dilihat begitu antusias anggota kami untuk meramaikan tempat ini.

Pasmami ini kami bentuk dan jalankan secara mandiri dan swadanya anggota,” terang Wahyudi. (HMS-PINGSEWU)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here