Fesvital HHBK, Masyarakat Nikmati 2.750 buah Durian Gratis

0
149
Festival HHBK 2018
Festival HHBK 2018-- foto Dinas Pariwisata Prov.Lampung.
Jajananlampung.com, Bandar Lampung—Masyarakat Lampung menikmati 2.750 buah Durian pada Festival Hasil Bukan Kayu (HHBK) 2018, di Gedung Informasi Center Tahura Wan Abdul Rahman, Sumber Agung, Kemiling, Minggu (11/03/2018).

Festival ini mengandalkan buah durian sebagai ikon dengan menyediakan sedikitnya 2.750 buah duren yang diberikan secara gratis.

Selain itu pada kegiatan itu Fesvital juga diisi dengan pembagian doorpize hadiah utama 1 unit sepeda yang dimenangkan oleh Suwarji asal Kotabaru.

Pengelolaan HHBK dengan baik akan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, terang Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat pada pembukaan kegiatan.

“Kita ingin mensosialisasikan potensi hutan karena sebagian hutan yang diluar kawasan lindung, saat ini dikelola oleh masyarakat. Dan secara ekonomis telah memberikan penghasilan baik itu buah, getah, maupun hasil yang lainnya seperti madu,” urainya.

Lebih lanjut Taufik menjelaskan tujuan dari fesvital ini guna memperkenalkan kepada publik potensi luar biasa yang dimiliki oleh Tahura Wan Abdul Rachman yang dikelola oleh Dinas kehutanan Lampung.

Tahuran memiliki potensi baik dari hasil hutannya maupun juga keindahan alamnya. “Bukan itu saja, di tempat ini sedang dibangunan obsevatorium (teropong bintang) dengan fasilitas yang lebih modern,” jelasnya.

Selain sebagai teropong bintang tempat ini juga mempunyai beberapa lokasi yang memiliki pemandagan indah, dapat dipergunakan sebagai spot selvi para pengunjung.

“Beberapa potensi itu yang sedang kita tata sehingga bisa menjadi destinasi wisata alternatif kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Lampung,” tambah Taufik.

Harapan Pemerintah Provinsi Lampung dengan keberadaan teropong bintang nantinya selain dapat digunakan sebagai sarana pendidikan, juga  memperkaya objek wisata di Lampung.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Syaiful  Bachri mengampaikan bahwa festival FHHBK tahun 2018 merupakan tahun ke-3 diadakan. Pertama kali dilaksanakan pada tahun 2016.

Festival ini merupakan bagian dari upaya Permprov Lampung untuk mengangkat potensi sumberdaya hutan terutama hasil hutan non kayu agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Selain juga konsep festival yang disajikan Dinas Kehutanan ingin mengkombinasikan budidaya dan budaya, sehingga diharapkan festival ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Tahura,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan festival  diawali dengan Jugle Fun Walk, lomba Durian Unggul Lokal dan Pasar Tahura.

Jugle fun walk sendiri diikuti 1000 orang peserta, dan dilanjutkan dengan bersama-sama menikmati makan buah durian sebagai ikon Festival HHBK.

Buah durian ini, hasil dari tanaman masyarakat yang mempunyai multi manfaat tidak hanya buah tetapi juga pohonnya yang berfungsi sebagai penjaga kestabilan ekosistem.

Syaiful mengajak para peserta fesvital mengunjungi puncak Gunung Betung, yang akan dipergunakan sebagai lokasi pintu gerbang Teropong Bintang.

Dari Lokasi ini hingga ke lokasi Teropong Bintang dikonsep menjadi kawasan Ecolearning atau pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terpadu dengan pendidikan.

Seperti diketahui, di sekitar lokasi ini juga ada koleksi penangkaran Rusa yang bersebelahan dengan penangkaran kupu-kupu Yayasan Sahabat Alam. (Humas Pemprov)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here