Ikan Cobia Potensial untuk di Budidayakan

0
97
Ikan Cobia
Pembenihan Ikan Cobia di BBPBL

Jajananlampung.com, Bandar Lampung—Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung (BBPBL), terus mensosialisasikan para nelayan di provinsi Lampung untuk  membudidayakan ikan Cobia.

Ikan Cobia memiliki pertumbuhan cepat dengan daging yang besar, ini dapat menjadi peluang usaha baru dan pasar Asia cukup menjanjikan, terang Evalawati Kabid Uji Terap Tekhnik dan Kerjasama BBPBL.

Selain itu dagingnya yang gurih, perut dan kepalanya cocok untuk dimasak menjadi sop atau pindang.

“Ikan Cobai sedang sangat potensial untuk dibudidayakan oleh para nelayan, layaknya kerapu, kakap dan juga bawal yang sudah tak asing bagi masyarakat,”ujar Eva.

Untuk pasar Cobian di Asia cukup bagus, seperti Jepang dan Taiwan menerima Cobia beku sebagai bahan baku Sashimi dan Sushi. Di Taiwan, cobia berbobot di atas 8 kg mencapai harga US$9 atau setara Rp81.000 per kg, sedangkan ukuran 6-7 sekitar Rp72.000 per kg.

“Cobia ini merupakan ikan yang cepat besar. mirip dengan ikan Marline dan gadingnya sama dengan ikan tuna” dan tulangnya hanya dibagian tegahnya saja”, jelas Eva.

Cobia yang dipasarkan dalam bentuk beku, cocok disantap atau dijadikan bahan pembuatan Sashimi.

Tim Jajanan Lampung diajak melihat bagaimana BBPBL berproses dalam membudidayakan ikan-ikan unggulan di atas lahan seluas 5 hektar, bertemu Dr. Suryadi Saputra yang khusus menangani budidaya Cobia.

Ia menjelasakan dengan mempergunakan teknologi modern berupa pompa air dan filterisasi, BBPBL berhasil mengambil air laut sejauh 500 meter dari pantai untuk digunakan dalam bak-bak fiber pembenihan dan pembesaran ikan, jelas Suryadi.

Ditempat ini  ikan Kerapu, Bawal Bintang dan Kakap dibudidayakan. Puluhan indukan Cobia yang mirip Hiu seberat 15 kilogram berada dalam bak berdiameter 10 meter dan kedalaman 10 meter, sebari menunjukan beberapa jenis ikan tadi.

Untuk pertumbuhannya dapat mencapai 4 sampai 5 kilogram setiap tahun. Pada usia tiga bulan ikan ini sudah dapat  dikonsumsi. Jadi sangat menguntungkan petani nelayan yang membudidayakan.,” ujar Dr. Suryadi Saputra,.

Dengan terbukanya peluang pasar untuk ikan Cobia, maka kami bersama tim BBPBL telah mensosialisasikan kepada masyarakat untuk membudidayakan Cobia. Kami siap untuk menyediakan benih unggul bagi masyarakat yang ingin membudidayakannya.

Usaha budidaya akan berjalan, apabila benih dengan kualitas baik tesedia secara kontinyu dan berkesinambungan. Kami telah membudidayakan Indukan Cobia untuk menghasilkan bibit unggul.

Dengan keberhasilan BBPBL melakukan rekayasa teknologi menghasilkan  bibit unggul Cobia, ini membantu para nelayan membudidayakan ikan jenis ini, ujar Suryadi.

Cobia dapat dibudidayakan di tambak. Dengan begitu populasi dalam sekali pemeliharaan bisa banyak dan dalam waktu singkat. Budidaya di tambak dilakukan saat ikan berbobot 25-100 g. “Menurut riset, cobia adaptif sampai salinitas 5 per mil karena di habitat aslinya ia mampu hidup di muara,” ungkap Suryadi.

Tim Jajanan Lampung juga melihat bagaimana Cobia berumur 45 hari disortir dan di pilih untuk lanjut dibudidayakan oleh para nelayan di keramba jaring apung. BBPBL memprioritaskan membagikan bibit bagi petani keramba yang membutuhkan. 600 ribu bibit telah dibagikan untuk bantuan nelayan sampai ke kepulauan seribu. (JL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here