Sepotong Surga di Kaki Pesagi Karya Sastrawan Lampung

0
140
Sepotong Surga Di Kaki Pesagi
Buku Sepotong Surga di Kaki Pesagi Karya Sastrawan Lampung
Jajananlampung.com, Krui Liwa Lampung Barat, Buku berjudul “Sepotong Surga di Kaki Pesagi” akan di launcing  hari kedua pada Jambore Linterasi se-Lampung, di GOR Ajisaka, Liwa, Lampung Barat, Rabu (02/04/2018).

Buku yang merupakan kumpulan karya para pemenang dalam Lomba Menulis Pesona Lampung Barat, berapa waktu lalu.

“Sepotong Surga di Kaki Pesagi” yang ia sunting berasal dari Lomba Menulis Pesona Lampung Barat yang diselenggarakan Pustaka LaBRAK dan Literasi Lampung Barat (FLLB), keluar sebagai juara pertama Christian Heru Cahyo Saputro dengan karyanya, Serpihan Surga di Bumi Beguai Jejama, jelas Sastrawan Udo Z Karzi.

Pemenang kedua diraih Mahdalena dengan judul karya Koralaba Menembus Asa. Lalu, Ande Larista Simatupang dengan judul karya The Name is Hamtebiu Not ‘Hantu’biu menjadi juara ketiga.

Sedangkan juara harapan kesatu diraih Renzi Saputra dengan karya Nyambai Seni Pertunjukan Kerakyatan di Bumi Sekala Brak, kedua Asis Budi Santoso dengan Menggagas Konsep Agrowisata Lampung Barat. Dan ketiga  Eni Muslihah dengan karya Senja di Kebun Raya Liwa hingga Nyeruput Kopi Luwak.

Keenam karya pemenang ditambah dengan 20 karya terpilih kemudian dihimpun dalam satu buku ini.

Meskipun tulisan tidak dapat menggambarkan seluruh realitas keindahan Bumi Sekala Brak, paling tidak dengan membaca buku ini, dapat memberikan gambaran tentang pesona Keindahan Lampung Barat,” urai terang Udo pada redaksi Jajananlampung.com.

Penulisan kelahiran kelahiran Liwa ini menerangkan, banyak juga yang luput dari bahasan dalam buku ini seperti Gunung Pesagi (ada juga yang menyebutnya Bukit Pesagi). Gunung tertinggi di Lampung, yaitu 2.262 m (mdpl) yang menjadi salah satu ikon Lampung Barat, menyimpan kisah dan misteri.

Menurut dia, Liwa sang ibu kota Lampung Barat, yang layaknya menjadi pintu gerbang saat hendak menelusuri sekujur wilayah Bumi Beguai Jejama, juga menyimpan banyak legenda dan kenangan.

Begitu juga, tambah dia, beberapa situs dan prasasti peninggalan purbakala, misalnya Prasasti Hujung Langit, Prasasti Tanjung Raya I, Prasasti Tanjung Raya II, situs Batubrak, situs Istana Tapaksiring, dll yang masih perlu diungkap lebih dalam lagi.

Sementara itu, Ketua FLLB Donna Sorenty Moza mengatakan, sejalan dengan tekad Bupati Parosil Mabsus untuk mewujudkan Lampung Barat sebagai kabupaten literasi terus bergiat menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mendorong perwujudan cita-cita Kabupaten Literasi tersebut.

Di antaranya, menyelenggarakan kegiatan literasi, donor buku, Pekan Literasi Lambar, Lomba Menulis Pesona Lambar, dan penerbitan buku ini, tutup Donna. (Rilis).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here